November 6, 2009

Keracunan genset

Hari ini giliran kantorku menjadi bagian dari upaya PLN dalam mengatasi minimnya pasokan listrik. Alias MATII LAMPUU…. Tanpa pemberitahuan, tanpa aba-aba, tanpa bukaan 1 sampai 10 sebelumnya. Alhasil genset harus dijemput dulu ke rumah si boss. Setelah berlama-lama bergerah-gerah ria berdua dengan Pak Yasmar, akhirnya hampir waktunya shalat Jumat, berulah salah satu AC di kantor bisa dinyalakan.

Dengan kondisi sendirian di meja ticketing, tanpa mesin fotocopy, printer tidak bisa sharing, telepon berdering tanpa henti, banyak email yang harus dibalas, aku tak menyadari adanya kelainan dalam udara di ruangan kantor. Aku baru sempat makan hampir setengah 3 sore. Dan ajaibnya, aku berhasil menghabiskan seluruh porsi di piringku. Setelah lebih dari seminggu terakhir ini selalu ada sisa di piringku, tak peduli sesedikit apa nasi kusendokkan ke piringku.

Menjelang jam lima, aku mulai merasa pusing. Yah, aku adalah pelanggan setia dari penyakit itu, jadi kukira ada hubungannya dengan waktu makan siangku yang tak sesuai jadwal itu. Boss ku mulai mengeluh bau. Tak lama dia juga mengeluh mabok. Sepertinya aku juga tahu apa yang dirasakannya. Kepalaku sakit luar biasa, mual dan ingin muntah. Setibanya di mobil, AC mobil dinyalakan maksimal. Aku butuh udara. Aku melihat novel boss ku yang hanya bisa kubaca saat di mobil. Dengan bebalnya aku tetap mengikuti rasa penasaranku untuk mengetahui kelanjutan ceritanya. Sebenarnya aku tak begitu bisa menbaca di dalam objek yang bergerak. Pasti akan pusing. Tapi kupikir bisa sesakit apalagi kepalaku sekarang. Seturunnya dari mobil, kepala bagian belakangku berdetak. Berdenyut. Ketika aku harus melakukan lompatan kecil, isi kepalaku berguncang… Semakin lama makhluk di dalam kepalaku menendang semakin kencang. Aku mau muntah… Kukuatkan diri untuk tiba di rumah dengan selamat…

Ngomong-ngomong soal kuat, khotbah yang kudengar kemarin malam adalah bagaimana menjadi kuat. Somehow aku merasa khotbah itu untukku. Seringkali aku merasa lemah, tak berdaya, sendirian. Tapi aku tahu, banyak hal yang tak bisa kuubah. And I have to deal with it. I have to be strong. Kuat untuk suamiku, kuat untuk keluargaku, kuat untuk diriku sendiri. Kata sang pendeta, jangan kagumi gedung yang bertingkat puluhan, tapi kagumilah pondasinya. Aku mau jadi pondasi, aku mau jadi leher untuk kepala keluargaku. Aku mau, Bapa….

Eh, jadi ngelantur. Sekarang aku ingin minum susu bendera coklat hangat, tidur dan muntah. No, muntah dulu baru tidur, atau muntah dulu baru minum susu lalu tidur? Entahlah, yang jelas ayam goreng siang tadi ingin keluar…

Genset

October 7, 2009

Pujian terindah

Di gerejaku ada beberapa kelompok koor. Dari semua kalangan. Setiap kelompok memiliki karakteristik yang berbeda-beda. Ada yang yang bermusik menggelegar, ada yang bersopran menggelegar, ada yang, ehem, ’sanggul’ menggelegar, ada yang suka-suka jumlah anggotanya, ada juga yang bikin ngantuk.

Kelompok koor Ina Hanna, adalah kumpulan para janda, yang sebagian besar sudah tua dan tidak terlalu berada kondisinya. Yah, janda kaya masih banyak urusan gitu lho dibanding masuk kelompok Ina Hanna. Dalam kondisi yang sangat sederhana, kelompok ini berusaha sesering mungkin tampil mengisi ibadah Minggu dan acara-acara Gereja yang lainnya. Mereka bernyanyi dengan berbagai keterbatasan, berpenampilan sederhana, tak ada yang bersuara dominan, tanpa ada yang mengiringi (kecuali kalau Hendro yang lagi jadi organist, tanpa pernah mendengar sebelumnya, dia udah bisa mengiringi hanya dengan feeling), tampak kontras dengan kelompok koor yang di baris sebelahnya. Dengan kuping awam seperti aku, mendengar kelompok para janda ini bernyanyi bukan suatu hal yang kutunggu-tunggu. Berbeda kalau Koor Ama yang bernyanyi, aku mencoba menerka-nerka apa Amang Desi lagi yang jadi soloist-nya, atau kehebatan sopran Koor Ikogenia yang kadang membuatku iri. Aku lebih suka membolak balik buku acara atau malah ngobrol daripada mendengar dan menyimak  para janda itu melantunkan pujiannya.

Suatu malam, di acara Parheheon Ama, aku dan suamiku ikut kebaktian. Kami duduk di barisan belakang. Hampir semua kelompok koor hadir. Acara mulai berjalan, lagu demi lagu, ada semacam pertunjukan di layar, koor demi koor mulai benyanyi sebaik yang mereka bisa. Sampai tibalah giliran Koor Ina Hanna. Mereka berdiri. Aku membuka tas mencari sesuatu untuk kukulum. Mereka mulai bernyanyi. Aku mencari kesibukan. Mereka tiba di refrein.

“…sampai pada masa tuamu…”

Aku tak hapal liriknya. Tapi aku tau mereka menyanyikan Yesaya 46:4,

” Sampai masa tuamu Aku tetap Dia dan sampai masa putih rambutmu Aku menggendong kamu. Aku telah melakukannya dan mau menanggung kamu terus; Aku mau memikul kamu dan menyelamatkan kamu.”

Hatiku bergetar. Para janda, menjalani hidup sendirian tanpa suami, beban hidup dan anak-anak menjadi tanggung jawab mereka seorang diri. Tua, beruban, lemah, rapuh, tak punya apa-apa, bernyanyi dengan lantang, bahwa mereka digendong Yesus. Bahwa Tuhan bukan hanya ada untuk kami orang muda, tapi juga para lanjut usia. Tuhan tak pernah melupakan mereka.

Aku terharu. Sungguh sungguh terharu. “Ini pujian terindah malam ini…”, bisikku pada suamiku. Yah, ini memang indah. Lagu yang sama takkan seindah ini bila para pemuda naposobulung yang menyanyikannya, atau kelompok koor yang lain.

Sejak itu, aku sudah mendengar Ina Hanna membawakan lagu itu berkali-kali, walau mereka bernyanyi dengan kondisi yang sama, aku masih menganggap ini adalah pujian mereka yang terindah.

September 20, 2009

Ladang ilalang…

Huh, sudah lama sekali ladang ini tak terurus… Di sana sini banyak ilalang tumbuh… Tanaman liar lainnya pun mulai bermunculan di setiap sudut…

Aku sebenarnya ingin mengembalikan keindahan ladang ini seperti dulu… Tapi entah mengapa, beberapa bulan terakhir ini hasratku untuk ‘berladang’ baik di sini ataupun di tempat lain sedang menurun drastis… Mungkin akan kuatur waktu lagi di saat-saat mendatang…

Teman-teman, saat ini aku dan keluarga kecilku masih memiliki satu pergumulan pribadi… Kami mohon didoakan yah… Semoga kerinduan kami dapat cepat diberikan Tuhan… Amin…

March 31, 2009

Ibu dan Facebook

Ibu dan Facebook. Pernah denger puisi itu ga? Begitu bombastisnya (bombastis?? Bahasamu nak) fenomena Facebook (FB) itu, sampe-sampe ada anak kecil yang bikin puisi tentang sang ibu yang ga bisa lepas dari FB ini, bahkan sampai nanti ke surga, FB nya tetap dibawa (di FB ada network ‘Heaven’ ya?). Mama disindir anaknya tuh… Fenomena FB ini juga merambah ke mami. My own mother. She is almost 49 years old. Bukan wanita karir yang sehari-harinya bergaul dengan komputer dan internet. Cuma ibu rumah tangga biasa aja, yang dianugrahi handphone 3G walau bukan model terbaru. Mami udah terbiasa dengan istilah email, blog, friendster, comment, dkk. Biasalah anak-anaknya,terlebih yang paling tua ini hobby banget berselancar di internet, jadi sering cerita-cerita gitu di rumah. Entah dapat wangsit dari leluhur siapa, tiba-tiba mami minta dibikinin email. Oke deh, gw bikinin tuh di kantor. Gaya bener. Eh, gak lama ada ‘Friend Request’ di FB gw dari mami. Buset deh, ini pasti kerjaan si Iby. Sejak itu networking mami makin luas. Kebanyakan sih caleg-caleg Batak. Hihihi… Sampai sekarang mami adalah pengguna FB yang cukup aktif. Ada aja komennya di status anak2nya. Atau pembicaraan kami akan seperti ini:

Mami: Me, liat photo si ibi ga? Jelek bgt, cuma keliatan idungnya doang. Mami suruh ganti aja photonya.

Imme: Mami komen di photonya?

Mami: Iya. Dianya bales, ga mo ganti. Seni katanya.

Nah lho? Begitulah, kalau kebetulan on line di telfon, kami membicarakan mami dapat ‘Friend Request’ dari siapa, dikomen sama siapa, upload photo-photo baru.

Berapa banyak dari temen-temen yang punya mami yang punya account FB? Penting nih jadi ‘Mami2 gaul’, jadi tau sebagian dari pergaulan anak2nya.

February 24, 2009

Di suatu sore…

Percakapan dua insan ini terjadi di Minggu sore, dilatar belakangi rintik hujan, sepayung berdua, bergandengan menuju Gereja…

Istri : “…bulan depannya aku ulang tahun hunz…”

Suami: ” iya yah…”

Istri : “maunya sebelum ulang tahun aku udah hamil ya sayang…”

Suami: “emangnya kenapa?”

Istri : “biar ga ketuaan punya anaknya…”

Suami: “alah…”

Istri : “berarti, program ‘bikin dedeknya’ mesti ditingkatkan ya sayang…”

Suami: “iya…”

Tik…tik…tik…

couple-umbrella-walking_200225496-001

February 16, 2009

Doa ulang tahun ke 25

25 on 25 : Doa Dandelion

Untuk setiap tarikan nafas selama 25 tahun, terimakasih

Untuk setiap elusan di kepalaku tiap kali kumengadu, terimakasih

Untuk setiap gelak karena mendengar tawaku, terimakasih

Untuk tiap pintu yang Kau bukakan karena ketukanku, terimakasih

Untuk tiap pintu terbuka yang bahkan tak kulihat, terimakasih

Untuk tiap “Tidak” yang akhirnya mendewasakanku, terimakasih

Untuk tiap cinta yang pernah Kau taruh di hatiku, terimakasih

Untuk tiap senyumanMu yang meyakinkan hatiku, terimakasih

Untuk uluran tanganMu tiap kali aku jatuh karena menggenggam banyak hal, alih-alih tanganMu, terimakasih

 

Ini keinginan tulusku Bapa,

Aku ingin menjadi lebih baik lagi

Aku tak ingin mengecewakan orang-orang yang menaruh harapan padaku

Aku ingin menjadi ‘boru panggoaran’ yang menyenangkan orang tua

Aku ingin menjadi kakak kesayangan

Aku ingin menjadi teman dan sahabat yang setia

Aku ingin kelak menjadi istri yang membanggakan,

Menantu yang disayang

Dan ibu yang terbaik

 

Aku tak meminta jadi wanita sempurna, Bapa

Aku tak meminta berubah jadi mawar

Aku juga tak meminta ditempatkan di taman puncak bukit

Tapi izinkan aku menjadi cantik di tengah belukar

Tetap tumbuh kuat di tengah onak duri

 

Terima kasih

Aku mengasihiMu Bapa

Amin

 

Pernah di-post di http://noregrets.blog.friendster.com/

February 2, 2009

Pertengkaran

Semalam pertengkaran kecil pertama. Hihihi….

January 21, 2009

Kangen nih…

 

Gila yah, gw dah ngelewatin berapa banyak waktu tanpa nulis sama sekali. Kayaknya ada yang kurang gimana gitu. Padahal kan gw baru aja ngelewatin fase penting di hidup gw. Jadi juga gw meninggalkan masa lajang gw 05 Desember 2008 kemarin. Semua berjalan lancar sekali. Gw ga terlambat ke aula Gereja untuk marsibuha-buhai, make up gw meyakinkan, walau ada sedikit masalah sama songket gw, tapi ga papa lah, semua acara tepat waktu, yang hadir banyak banget, padahalkan acaranya hari Jumat, biasanya sih orang males datang kalo lagi hari kerja kayak gitu. Thanks to Amang DTA Harahap yang mo dateng, cewek-cewek BPR sebelah Ronatama, Yanti dan Farah, Cisca and Egi my girls, Penny dan Lucy yang dateng bareng kluarga, Ifa ma Irma yang mungkin agak telat, maaf ya…

sorry

January 21, 2009

Tips dalam Pernikahan Batak

Buat kalian, cewek batak yang merencanakan pernikahan ala Batak, ini ada sedikit info yang mungkin ga bisa didapat di internet: 

  • Jangan bikin model kebaya yang pake kerah tinggi di leher belakang, kalo ga mau nyangkut di konde.
  • Suntik Neurobion malam sebelum hari H. Semacam doping kali yah. Kayak gw, gw tidur terakhir itu tanggal 4 Desember sekitar 3 jam dari jam 3 sampe 6 sore. Itu juga tidur2 ayam karena banyak orang seliweran, jam 11 malam pulang GR dari gereja gw langsung ke salon (ya..ya..gw tau kalian nanya, kenapa salonnya ga dipanggil ke rumah), jam 5 subuh gw balik ke rumah, jam 7 udah dijemput buat sibuha-buhai. Nah, kalo ga disuntik, bisa pingsan gw. Kemaren gw beli ampul yang warnanya merah, 6000 harganya.
  • Batasi minum air. Loe ga mau kan bolak balik buka-pasang songket yang ribet itu? Waktu makan sibuha buhai, minum 2 teguk aja, siang di Gedung juga gitu. Bawa permen yang banyak, biar ga asem mulutnya. Teh anget yang disuguhin menjelang sore jangan langsung kalap diminum, tunggu agak dingin dulu. Ntar langsung beser kan bingung. Es krim juga boleh kok dimakan 1 cup aja.
  • Jangan coba-coba makanan pedas. Dari pagi sampai malam di rumah yang loe liat di piring loe adalah ikan mas arsik. Nikmatin ajalah. Karena pesta gw pake kerbau, jadi gw boleh makan babi sedikit. Tapi cukup pada panggang atau sop aja ya. Tapi biasanya sih seharian itu loe ga bakal napsu makan.
  • Bawa tisu sekotak, kertas minyak juga perlu, untuk menjaga tetap cantik di kamera. Bawa juga antis penbersih tangan.
  • Letakkan tissue segera setelah digunakan, Jangan dipegang pegang. Akan kelihatan ganggu banget di kamera. Hal ini berlaku juga nanti kalo udah ibu2 dan loe harus jalan sambil manortor.
  • Jangan bikin ekspresi2 aneh. Seperti menggembung2kan pipi atau berkali kali membersihkan gigi dengan menggunakan lidah kayak gw. Loe kan pusat perhatian kamera, plis deh.
  • Pada saat suruh ngambil tumpak di depan, (kalo kata nyokap gw) jangan lebih dari 3, akan jadi pembicaraan orang2 segedung.
  • Selalu tersenyum, walaupun pegal dan capek.
  • Jari manis kanan akan sakit karena bersalaman dengan banyak orang hari itu. Tapi tetap usahakan jangan memindahkan cincin kawinnya.
  • Saran gw yah, sebaiknya ga usah pake anak-anak yg nabur-naburin bunga apalagi anaknya lucuuu sekali atau cengengg sekali. Penganten harus jadi pusat perhatian kan? Tapi kalo sang anak itu terlalu kecil dan lucu sekali, semua mata (BAHKAN KAMERA VIDEOOOO!!!) menunduk melihat anak itu, lalu tiba-tiba anaknya berhenti di tengah jalan, nangis, balik ke belakang nyari mamanya, semua hadirin tertawa, sang mama tiba-tiba menyeruak ke tengah-tengah rombongan pengantin untuk mengambil anaknya, semua senyum keanggunan loe pupus semuanya… Latihan jalan di malam sebelumnya jadi ga ada gunanya, loe ga diliat orang waktu masuk, lagu mellow yang dilatih sebelumnya jadi ga hikmad. Jadi girls, kalo pun ada saudara yang maksa nawarin anaknya buat jadi pelempar bunga, pilihlah yang udah lumayan gede. Biar ga kacau.

 

Itu dulu deh, nanti kalo ada yang gw inget, gw kasi tau lagi.

 

10

November 19, 2008

Heroes Season 2

Hehehe… Akhirnya nonton juga. Berbulan2 sok-sok mo nyari dvd nya, tetep aja akhirnya nonton di Trans 7 juga. Agak pendek ya ceritanya. Ga sepanjang Season 1. Di sini musuh besarnya bukan lagi Sylar, karena Sylar kehilangan kekuatannya. Di sini musuhnya namanya Adam Monroe aka Takezo Kensei. Manusia yang bisa tubuhnya bisa regenerasi, jadi dia gak mati-mati. Adam membunuhi manusia2 super generasi sebelumnya. Papanya Hiro, Papanya Matt, Mamanya Petrelli juga sasarannya. Pada akhir cerita, Hiro membawa Adam berteleport ke sebuah peti yang terkubur jauh di bawah tanah dan meninggalkannya.

Ga sabar nunggu season 3 nih. Sylar udah dapat kekuatannya lagi, Niki kena ledakan, Nathan mati, Noah kembali lagi ke ‘organisasi’. Ngegantung banget dah…

heroes_season_2