Dear Yesus,
Sebentar lagi dunia akan merayakan hari kelahiranMu. Bagaimana persiapan di sorga? Semua berjalan lancar?
Yesus, Natal kali ini adalah Natal ke-27 yang akan kualami. Entah mengapa Yesus, kali ini aku benar-benar mengharapkan Engkau lahir di hatiku jauh melebihi natal-natal sebelumnya.
Aku benar-benar ingin Kau lahir di rumah tanggaku, di keluarga kecil kami. Bantu aku Yesus, untuk mengepak dan membungkus hadiah-hadiah yang akan kuberikan padaMu. Bantu aku membungkus hatiku, Tuhan, masa depanku, rumah tanggaku, suamiku, anak-anak masa depanku. Bantu aku mengepak kekhawatiranku, Bapa, ketakutanku, keraguanku, kepahitanku. Aku tak mampu meng-handle itu semua Yesus..
Yesus, aku memang sangat jarang mengajak Engkau bercakap-cakap. Aku bahkan tak yakin aku masih boleh mengajukan permintaan untuk Natalku kali ini. Yesus, ketika aku sedang sedih, aku sering membayangkan, Kau duduk di sebuah kursi yang besar, aku duduk di kakiMu, menyandarkan kepalaku di pahaMu, menangis dan bercerita tentang apa yang kurasakan. Lalu Engkau mengelus kepalaku, mendengarkan semua ceritaku sampai selesai dan berjanji banyak hal indah kepadaku. Entah sejak kapan adegan itu selalu berulang di kepalaku setiap kali aku merasa aku tak berdaya. Kadang-kadang juga aku membayangkan Kau memelukku saat aku menangis di sudut kamar. Aku juga sesekali membayangkan Kau berkata,”Aku menghitung setiap tetes air matamu, anakKu…”
Aku juga sangat sadar, ketika kehidupanku mulai berjalan mulus dan lancar, perlahan aku mulai mengurangi waktuku bersamaMu. Ampuni aku Bapa…
Di sini aku sekarang Tuhan, menunggu kelahiranMu, kedatanganMu, di kandang hati kami yang sangat sederhana…
(suatu malam di December 2009)




