<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Ladang Dandelion</title>
	<atom:link href="http://ladangdandelion.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ladangdandelion.wordpress.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Fri, 23 Dec 2011 09:38:00 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='ladangdandelion.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Ladang Dandelion</title>
		<link>http://ladangdandelion.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://ladangdandelion.wordpress.com/osd.xml" title="Ladang Dandelion" />
	<atom:link rel='hub' href='http://ladangdandelion.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Natal di suatu malam&#8230;</title>
		<link>http://ladangdandelion.wordpress.com/2011/12/23/natal-di-suatu-malam/</link>
		<comments>http://ladangdandelion.wordpress.com/2011/12/23/natal-di-suatu-malam/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 23 Dec 2011 09:37:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>imme hutajulu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ladangdandelion.wordpress.com/2011/12/23/natal-di-suatu-malam/</guid>
		<description><![CDATA[Agak gerimis senja ini. Kulangkahkan kaki menuju rumah itu. Rumah yang cantik dengan lampu berwarna warni di sekelilingnya. Terdengar suasana ramai. Semakin dekat, semakin jelas terdengar banyak suara-suara dari arah rumah itu. Aku mengintip dari satu jendela yang terdekat. Tampak &#8230; <a href="http://ladangdandelion.wordpress.com/2011/12/23/natal-di-suatu-malam/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ladangdandelion.wordpress.com&amp;blog=3844830&amp;post=303&amp;subd=ladangdandelion&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Agak gerimis senja ini. Kulangkahkan kaki menuju rumah itu. Rumah yang cantik dengan lampu berwarna warni di sekelilingnya. Terdengar suasana ramai. Semakin dekat, semakin jelas terdengar banyak suara-suara dari arah rumah itu.</p>
<p>Aku mengintip dari satu jendela yang terdekat. Tampak seorang wanita dengan troli belanjanya. Sibuk memilih barang di rak di depannya sambil berkali-kali melihat daftar yang dipegangnya. Tak jauh darinya ada sekelompok remaja sedang membungkus tumpukan hadiah. Seorang dari mereka berkata,&#8221;KFC buat anak-anak sudah kau pesan kan Lin? Sudah dikasih uangnya sama Amang Batubara ?&#8221;.</p>
<p>Aku beringsut ke jendela yang lain. Sebuah keluarga, bapak, ibu dan seorang anak kecil sedang menghias sebuah pohon. Sang istri berkata pada suaminya,&#8221; Habis dari Gereja kita ke rumah Kak Juni ya Pa. Semuanya ngumpul di sana.&#8221; Sang suami mengangguk dan mereka meneruskan kegiatan mereka. Di sudut ruangan ada seorang ibu-ibu setengah baya berkebaya nan cantik dan bersanggul rapi sedang berbicara dengan nada tinggi di telepon,&#8221; Apa? Dekornya belum selesai juga? Kalian ngapain saja sih ? Tamu-tamu dari gereja lain akan sampai sebentar lagi&#8230;&#8221;</p>
<p>Aku berjalan melihat dari jendela yang lain. Sekelompok orang sedang duduk di sebuah meja bundar. &#8220;Jadi villa ini harus kita DP dulu. Nanti soal busnya biar Bang Tagor saja yang urus&#8230;&#8221;, sepertinya mereka sedang berdiskusi. Lalu ada seorang wanita muda yang sedang bingung melihat tumpukan baju di depannya. Semua masih berlabel harga. Sesekali dia mengambil salah satu baju, dan mematut dirinya di depan kaca.</p>
<p>Dari jendela yang lain, terdengar suara yang merdu. &#8220;Malam kudus.. Sunyi senyap..&#8221;. Aku melihat banyak orang memegang lilin dan bernyanyi bersama. Tak lama kemudian mereka saling bersalam-salaman dan tertawa-tawa. Banyak orang berkumpul bersama untuk makan. Banyak sekali makanannya. Bahkan minuman keras. Di setiap sudut terlihat orang tertawa. Anak-anak kecil berkejaran sambil memegang bungkusan kado.</p>
<p>Aku sudah sampai di depan rumah tersebut. Aku duduk di tangga kecil di depan pintu. Mereka bilang ini hari ulang tahunKu. Tapi tak ada yang mengajakKu masuk dan bergabung dengan mereka. Lamat-lamat terdengar nyanyian dari dalam rumah,&#8221; Selamat-selamat datang Yesus Tuhanku&#8230;&#8221;.</p>
<p>Aku masih berharap pintu itu akan terbuka untukKu.</p>
<p><a href="http://ladangdandelion.files.wordpress.com/2011/12/new_window1.gif"><img class="size-full wp-image" src="http://ladangdandelion.files.wordpress.com/2011/12/new_window1.gif?w=421" alt="Image" /></a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ladangdandelion.wordpress.com/303/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ladangdandelion.wordpress.com/303/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ladangdandelion.wordpress.com/303/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ladangdandelion.wordpress.com/303/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ladangdandelion.wordpress.com/303/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ladangdandelion.wordpress.com/303/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ladangdandelion.wordpress.com/303/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ladangdandelion.wordpress.com/303/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ladangdandelion.wordpress.com/303/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ladangdandelion.wordpress.com/303/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ladangdandelion.wordpress.com/303/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ladangdandelion.wordpress.com/303/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ladangdandelion.wordpress.com/303/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ladangdandelion.wordpress.com/303/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ladangdandelion.wordpress.com&amp;blog=3844830&amp;post=303&amp;subd=ladangdandelion&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ladangdandelion.wordpress.com/2011/12/23/natal-di-suatu-malam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">imme</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ladangdandelion.files.wordpress.com/2011/12/new_window1.gif?w=421" medium="image">
			<media:title type="html">Image</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tembikar</title>
		<link>http://ladangdandelion.wordpress.com/2011/11/16/tembikar/</link>
		<comments>http://ladangdandelion.wordpress.com/2011/11/16/tembikar/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 16 Nov 2011 09:42:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>imme hutajulu</dc:creator>
				<category><![CDATA[From Old Blog]]></category>
		<category><![CDATA[Picture of Me]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ladangdandelion.wordpress.com/?p=169</guid>
		<description><![CDATA[Seorang anak kecil membuka lemari ibunya. Di sana dia menemukan sebuah keramik antik yang sangat indah. Dengan penuh semangat dia mengambil keramik itu untuk menunjukkannya pada sang ibu. “Mama… ini indah sekali…” Tepat di hadapan ibunya, keramik itu meluncur jatuh &#8230; <a href="http://ladangdandelion.wordpress.com/2011/11/16/tembikar/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ladangdandelion.wordpress.com&amp;blog=3844830&amp;post=169&amp;subd=ladangdandelion&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Seorang anak kecil membuka lemari ibunya. Di sana dia menemukan sebuah keramik antik yang sangat indah. Dengan penuh semangat dia mengambil keramik itu untuk menunjukkannya pada sang ibu. “Mama… ini indah sekali…” Tepat di hadapan ibunya, keramik itu meluncur jatuh dari tangan sang anak. Pecah dan hancur berantakan. Dengan gemetar dan berlinang air mata sang anak menunggu ibunya membentaknya. Namun dengan penuh kasih sang ibu memeluk sang anak dan berkata, “Tidak apa-apa. Itu hanya tembikar biasa.. Ayo bantu Mama menyapunya…”</p>
<p>Tembikar</p>
<p>Terlalu gigih kucoba</p>
<p>Menjalani hidup ini dengan bermegah diri</p>
<p>Hingga suatu hari</p>
<p>Hidupku terlepas jatuh dari tanganku</p>
<p>Dan hancur berantakan di sekelilingku</p>
<p>Hancur</p>
<p>Aku menanti Allah</p>
<p>Membentakku dengan keras</p>
<p>“SUDAH KUBILANG..!”</p>
<p>Namun</p>
<p>Dia justru menghampiri</p>
<p>Ke tempat aku terjatuh</p>
<p>Dan memungut kepingan-kepingan itu</p>
<p>Lalu berkata,</p>
<p>“Jangan menangis.</p>
<p>Itu hanya tembikar biasa,</p>
<p>Hanya tembikar biasa.”</p>
<p>Sering banget kan, kita terpesona sama penglihatan duniawi. Hal-hal yang baik dan indah di mata kita. Kita bawa ke hadapan Tuhan, dan berikeras minta persetujuanNya,”Tuhan, ini sangat baik buat aku.”</p>
<p>Sampai satu ketika, kita terperosok, lalu hal-hal indah dan baik itu jatuh, hancur, berkeping-keping di kaki kita.</p>
<p>Guys, sadar gak sih, banyak hal dalam hidup kita, kerjaan yang bagus, tempat kuliah, rumah, kendaraan, bahkan cowok yang udah oke banget di mata kita, ternyata gak lebih dari “tembikar” di mata Tuhan. Bisa jatuh dan pecah kapan aja. Dan amazing-nya, bisa Dia gantikan kapan aja.</p>
<p>Jadi kenapa kita gak mulai belajar merelakan dan mengikhlaskan tembikar-tembikar yang udah jatuh dan hancur di kaki kita. Bawa ke hadapanNya, dan rasakan pelukannya,”Jangan menangis,anakKu. Itu cuma tembikar biasa. Cuma tembikar biasa.”</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ladangdandelion.wordpress.com/169/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ladangdandelion.wordpress.com/169/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ladangdandelion.wordpress.com/169/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ladangdandelion.wordpress.com/169/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ladangdandelion.wordpress.com/169/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ladangdandelion.wordpress.com/169/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ladangdandelion.wordpress.com/169/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ladangdandelion.wordpress.com/169/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ladangdandelion.wordpress.com/169/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ladangdandelion.wordpress.com/169/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ladangdandelion.wordpress.com/169/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ladangdandelion.wordpress.com/169/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ladangdandelion.wordpress.com/169/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ladangdandelion.wordpress.com/169/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ladangdandelion.wordpress.com&amp;blog=3844830&amp;post=169&amp;subd=ladangdandelion&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ladangdandelion.wordpress.com/2011/11/16/tembikar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">imme</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Thinking of You</title>
		<link>http://ladangdandelion.wordpress.com/2011/11/16/thinking/</link>
		<comments>http://ladangdandelion.wordpress.com/2011/11/16/thinking/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 16 Nov 2011 08:38:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>imme hutajulu</dc:creator>
				<category><![CDATA[From Old Blog]]></category>
		<category><![CDATA[Picture of Me]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ladangdandelion.wordpress.com/?p=165</guid>
		<description><![CDATA[&#160; Worrying you so much Even in my silence Loving you so much Even in my anger Care about you so much Even in my sadness I bring every little piece of you Even in my sleep I’m not good &#8230; <a href="http://ladangdandelion.wordpress.com/2011/11/16/thinking/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ladangdandelion.wordpress.com&amp;blog=3844830&amp;post=165&amp;subd=ladangdandelion&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>&nbsp;</p>
<p style="text-align:left;"><em>Worrying you so much </em><em><a href="http://ladangdandelion.files.wordpress.com/2011/11/lonely-girl-2.jpg"><img class="alignright size-medium wp-image-166" title="lonely girl 2" src="http://ladangdandelion.files.wordpress.com/2011/11/lonely-girl-2.jpg?w=201&#038;h=300" alt="" width="201" height="300" /></a><br />
</em><em>Even in my silence </em></p>
<p><em>Loving you so much </em><em><br />
</em><em>Even in my anger </em></p>
<p><em>Care about you so much </em><em><br />
</em><em>Even in my sadness </em></p>
<p><em>I bring every little piece of you </em><em><br />
</em><em>Even in my sleep </em></p>
<p><em>I’m not good at playing words </em><em><br />
</em><em>Or telling you what I feel </em></p>
<p><em>But I hardly try to make every word counts….</em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ladangdandelion.wordpress.com/165/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ladangdandelion.wordpress.com/165/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ladangdandelion.wordpress.com/165/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ladangdandelion.wordpress.com/165/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ladangdandelion.wordpress.com/165/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ladangdandelion.wordpress.com/165/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ladangdandelion.wordpress.com/165/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ladangdandelion.wordpress.com/165/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ladangdandelion.wordpress.com/165/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ladangdandelion.wordpress.com/165/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ladangdandelion.wordpress.com/165/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ladangdandelion.wordpress.com/165/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ladangdandelion.wordpress.com/165/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ladangdandelion.wordpress.com/165/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ladangdandelion.wordpress.com&amp;blog=3844830&amp;post=165&amp;subd=ladangdandelion&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ladangdandelion.wordpress.com/2011/11/16/thinking/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">imme</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ladangdandelion.files.wordpress.com/2011/11/lonely-girl-2.jpg?w=201" medium="image">
			<media:title type="html">lonely girl 2</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tuhan dan Bintangku</title>
		<link>http://ladangdandelion.wordpress.com/2011/11/16/tuhan-dan-bintangku/</link>
		<comments>http://ladangdandelion.wordpress.com/2011/11/16/tuhan-dan-bintangku/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 16 Nov 2011 08:22:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>imme hutajulu</dc:creator>
				<category><![CDATA[From Old Blog]]></category>
		<category><![CDATA[Picture of Me]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ladangdandelion.wordpress.com/?p=160</guid>
		<description><![CDATA[Tuhan, bintang itu semakin jauh… Semakin tinggi… Aku tak bisa merasakan sinarnya lagi Aku tak bisa mendengar nyanyiannya lagi Aku bahkan tak bisa melihat kerlipnya lagi Tuhan, bolehkah aku menangis? Sebentaaaaar saja… Meski bintang itu takkan mendengar Tangis kehilanganku Tidak &#8230; <a href="http://ladangdandelion.wordpress.com/2011/11/16/tuhan-dan-bintangku/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ladangdandelion.wordpress.com&amp;blog=3844830&amp;post=160&amp;subd=ladangdandelion&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><em>Tuhan, bintang itu semakin jauh…</em></strong></p>
<p><strong><em>Semakin tinggi…</em></strong></p>
<p><strong><em>Aku tak bisa merasakan sinarnya lagi</em></strong></p>
<p><strong><em>Aku tak bisa mendengar nyanyiannya lagi</em></strong></p>
<p><strong><em>Aku bahkan tak bisa melihat kerlipnya lagi</em></strong></p>
<p><strong><em>Tuhan, bolehkah aku menangis?</em></strong></p>
<p><strong><em>Sebentaaaaar saja…</em></strong></p>
<p><strong><em>Meski bintang itu takkan mendengar</em></strong></p>
<p><strong><em>Tangis kehilanganku</em></strong></p>
<p><strong><em>Tidak Tuhan…</em></strong></p>
<p><strong><em>Jangan katakan padanya aku menangis…</em></strong></p>
<p><strong><em>Tuhan, aku ingat…</em></strong></p>
<p><strong><em>Tiap malam bintang itu selalu mengajakku menari</em></strong></p>
<p><strong><em>Menceritakan keindahan dunia dari tempatnya berada</em></strong></p>
<p><strong><em>Memandikanku dengan kehangatan sinar peraknya</em></strong></p>
<p><strong><em>Tuhan, maukah Kau katakan padanya</em></strong></p>
<p><strong><em>Aku merindukannya</em></strong></p>
<p><strong><em>Merindukan bintang terakhir di langitku</em></strong></p>
<p><strong><em>Masih bolehkah aku meminta, Tuhan?</em></strong></p>
<p><strong><em>Jaga bintang itu untukku, Tuhan</em></strong></p>
<p><strong><em>Jaga sinar lembutnya</em></strong></p>
<p><strong><em>Jaga bintang kecilku…</em></strong></p>
<p><a href="http://ladangdandelion.files.wordpress.com/2011/11/night-sky.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-161" title="night-sky" src="http://ladangdandelion.files.wordpress.com/2011/11/night-sky.jpg?w=300&#038;h=300" alt="" width="300" height="300" /></a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ladangdandelion.wordpress.com/160/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ladangdandelion.wordpress.com/160/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ladangdandelion.wordpress.com/160/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ladangdandelion.wordpress.com/160/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ladangdandelion.wordpress.com/160/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ladangdandelion.wordpress.com/160/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ladangdandelion.wordpress.com/160/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ladangdandelion.wordpress.com/160/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ladangdandelion.wordpress.com/160/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ladangdandelion.wordpress.com/160/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ladangdandelion.wordpress.com/160/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ladangdandelion.wordpress.com/160/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ladangdandelion.wordpress.com/160/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ladangdandelion.wordpress.com/160/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ladangdandelion.wordpress.com&amp;blog=3844830&amp;post=160&amp;subd=ladangdandelion&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ladangdandelion.wordpress.com/2011/11/16/tuhan-dan-bintangku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">imme</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ladangdandelion.files.wordpress.com/2011/11/night-sky.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">night-sky</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ajari Aku Tuhan</title>
		<link>http://ladangdandelion.wordpress.com/2011/11/16/ajari-aku-tuhan/</link>
		<comments>http://ladangdandelion.wordpress.com/2011/11/16/ajari-aku-tuhan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 16 Nov 2011 08:14:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>imme hutajulu</dc:creator>
				<category><![CDATA[From Old Blog]]></category>
		<category><![CDATA[Picture of Me]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ladangdandelion.wordpress.com/?p=158</guid>
		<description><![CDATA[Aku telah menabur benih cinta di ladang yang salah … sehingga benih itu mati Aku telah menabur benih cinta di waktu yang salah .. benih cinta itu mati kembali Aku telah menabur benih cinta ini dengan cara yang salah .. &#8230; <a href="http://ladangdandelion.wordpress.com/2011/11/16/ajari-aku-tuhan/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ladangdandelion.wordpress.com&amp;blog=3844830&amp;post=158&amp;subd=ladangdandelion&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Aku telah menabur benih cinta di ladang yang salah …</p>
<p>sehingga benih itu mati</p>
<p>Aku telah menabur benih cinta di waktu yang salah ..</p>
<p>benih cinta itu mati kembali</p>
<p>Aku telah menabur benih cinta ini dengan cara yang salah ..</p>
<p>dan benih itu tidak tumbuh sama sekali</p>
<p>Tuhan, ajari aku,</p>
<p>untuk tahu di mana aku harus menabur benih cinta ini ..</p>
<p>untuk tahu kapan aku harus menabur benih cinta ini ..</p>
<p>untuk tahu bagaimana seharusnya aku menabur benih cinta ini ..</p>
<p>karena kadang ….</p>
<p>Aku melihat ladang, tapi tidak tahu kondisi ladang itu Aku melihat</p>
<p>waktu, tapi kadang aku salah saat ..</p>
<p>Aku diberi tahu caranya .. tapi kadang tidak cocok ,,</p>
<p>Aku tidak mau lagi salah menabur …</p>
<p>Tuhan, setelah menabur dengan benar ..</p>
<p>ajari aku untuk marawat benih cinta ini sampai tumbuh dan berbuah …</p>
<p>Ajari aku untuk tahu bagaimana menyiram benih ini dengan air kesabaran</p>
<p>Ajari aku untuk kapan aku harus memberi pupuk kasih sayang</p>
<p>Ajari aku untuk bagaimana menyemprot</p>
<p>hama</p>
<p>kecemburuan</p>
<p>Ajari aku untuk bagaimana tahan terhadap goncangan badai yang datang</p>
<p>Ajari aku untuk memotong tumbuh-tumbuhan yang liar dengan pisau pengertian</p>
<p>Ajari aku Tuhan …</p>
<p>Aku mau melihat benih cinta itu tumbuh dan berbuah</p>
<p>Aku mau itu Tuhan …</p>
<p>Ajari aku …</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ladangdandelion.wordpress.com/158/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ladangdandelion.wordpress.com/158/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ladangdandelion.wordpress.com/158/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ladangdandelion.wordpress.com/158/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ladangdandelion.wordpress.com/158/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ladangdandelion.wordpress.com/158/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ladangdandelion.wordpress.com/158/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ladangdandelion.wordpress.com/158/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ladangdandelion.wordpress.com/158/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ladangdandelion.wordpress.com/158/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ladangdandelion.wordpress.com/158/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ladangdandelion.wordpress.com/158/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ladangdandelion.wordpress.com/158/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ladangdandelion.wordpress.com/158/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ladangdandelion.wordpress.com&amp;blog=3844830&amp;post=158&amp;subd=ladangdandelion&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ladangdandelion.wordpress.com/2011/11/16/ajari-aku-tuhan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">imme</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hiking bersama Tuhan (Part 1)</title>
		<link>http://ladangdandelion.wordpress.com/2011/11/11/hiking-bersama-tuhan-part-1/</link>
		<comments>http://ladangdandelion.wordpress.com/2011/11/11/hiking-bersama-tuhan-part-1/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 11 Nov 2011 10:20:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>imme hutajulu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hidup akhir-akhir ini]]></category>
		<category><![CDATA[Kehidupan rumah tangga]]></category>
		<category><![CDATA[Picture of Me]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ladangdandelion.wordpress.com/?p=153</guid>
		<description><![CDATA[Suatu hari aku dan Tuhan memutuskan untuk pergi hiking ke sebuah bukit. “Di atas sana ada taman bunga yang sangaaaat indah. Kau pasti menyukainya.”, ajakNya saat itu. Kami berangkat pagi-pagi sekali agar tidak kemalaman pulangnya. “Tuhan, bunga apa saja yang &#8230; <a href="http://ladangdandelion.wordpress.com/2011/11/11/hiking-bersama-tuhan-part-1/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ladangdandelion.wordpress.com&amp;blog=3844830&amp;post=153&amp;subd=ladangdandelion&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Suatu hari aku dan Tuhan memutuskan untuk pergi hiking ke sebuah bukit. “Di atas sana ada taman bunga yang sangaaaat indah. Kau pasti menyukainya.”, ajakNya saat itu. Kami berangkat pagi-pagi sekali agar tidak kemalaman pulangnya.</p>
<p>“Tuhan, bunga apa saja yang ada di atas sana?”, tanyaku mulai terengah-engah karena jalan yang mendaki.</p>
<p>“Ada mawar berbagai warna, anyelir putih, aster kuning dan biru, carnation, lilac, berbagai jenis anggrek, teratai, dan calla lily yang cantik. Bunga mataharinya banyaaak sekali.”, jawabNya bersemangat.</p>
<p>Aku terdiam. Merasakan ada yang kurang.</p>
<p>“Dandelion yang paling banyak.”, tambahNya, membaca pikiranku. Aku nyengir.</p>
<p>“Kenapa Kau sangat menyukai dandelion?”, tanyaNya.</p>
<p>“Entahlah,Tuhan. Kalau aku mengibaratkan diriku sebagai bunga, sepertinya dandelion yang paling mirip denganku.”, jawabku tak yakin.</p>
<p>Dia tersenyum,”Oh ya? Coba jelaskan.”.</p>
<p>Aku menarik napas panjang sebelum melanjutkan,” Aku tidak cantik. Eh, maksudku aku cantik, tapi tidak secantik mawar atau anggrek. “.</p>
<p>Aku melirikNya, Dia hanya mengangguk-angguk dan tersenyum.</p>
<p>Aku melanjutkan,” Aku tidak wangi seperti melati atau kenanga. Aku tak seceria senyuman bunga matahari. Aku tak berada di pot-pot cantik, hanya di tengah semak di pinggir jalan. Aku juga tak semisterius Calla lily.” Aku merendahkan suraku dan menyipitkan mataku saat mengatakan kalimat terakhir, mencoba membuat kesan misterius. Kami tertawa.</p>
<p>“Hanya itu?” tanyaNya.</p>
<p>“Yah kurasa begitu kurang lebihnya.”, jawabku sambil mengangkat bahu.</p>
<p>“Kalau dandelion tertiup angin, bagaimana?”,tanyaNya</p>
<p>“Benihnya terbang.”</p>
<p>“Ke mana?”</p>
<p>“Ke mana saja.”</p>
<p>“Persis. Kau juga bisa seperti itu. Sebarkan sesuatu pada dunia. Sebarkan kebaikan, sebarkan cinta, sebarkan kedamaian, sebarkan doa. Berikan sesuatu sesuai porsimu. Lalu kau bilang tadi tempatnya dandelion adalah di tengah semak. Semak itu tidak indah, sayang. Ditengah sesuatu yang tidak indah, kau bisa menjadi sesuatu yang indah. Itu hebat kan? Dan lagi, dandelion adalah bunga liar, tidak ada yang menanam, menyiram, atau memberinya pupuk. Tapi bisa tumbuh, berkembang dan bertahan. Hanya dengan hujan dari langit dan makanan di tanah saja. Kau juga pasti bisa seperti itu, mandiri, tidak bergantung pada orang lain untuk membuatmu berkembang dan bertahan. Cukupkanlah dirimu dengan berkat dariKu.” Dia tersenyum lembut menatapku.</p>
<p>Aku terpana. Saat ku sadar, ternyata mulutku terbuka. Aku langsung menutupnya dan menarik napas dalam-dalam. Ternyata dari tadi aku menahan napasku.</p>
<p>“Aku seperti itu?” tanyaku tertahan,”MenurutMu aku mampu seperti itu?” , tanyaku tak percaya.</p>
<p>Dia tertawa, seakan tak percaya dengan pertanyaanku.</p>
<p>“Kau ini bagaimana sih? Tentu saja bisa. Kau kan anakKu.”, jawabNya sambil mengelus kepalaku,</p>
<p>“Aku ‘kan selalu bersamamu, Mungil”, lanjutNya.</p>
<p>Kami tertawa bersama, bergandengan tangan berjalan menuju taman bunga itu.</p>
<p>“Dan kau tahu,Mungil, di antara semua bunga indah di atas sana, Kurasa aku paling menyukai dandelion…..”</p>
<p><a href="http://ladangdandelion.files.wordpress.com/2011/11/dandelion_clock_wallpaper_flowers_nature_wallpaper_1280_800_widescreen_1462.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-154" title="dandelion_clock_wallpaper_flowers_nature_wallpaper_1280_800_widescreen_1462" src="http://ladangdandelion.files.wordpress.com/2011/11/dandelion_clock_wallpaper_flowers_nature_wallpaper_1280_800_widescreen_1462.jpg?w=300&#038;h=187" alt="" width="300" height="187" /></a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ladangdandelion.wordpress.com/153/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ladangdandelion.wordpress.com/153/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ladangdandelion.wordpress.com/153/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ladangdandelion.wordpress.com/153/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ladangdandelion.wordpress.com/153/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ladangdandelion.wordpress.com/153/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ladangdandelion.wordpress.com/153/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ladangdandelion.wordpress.com/153/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ladangdandelion.wordpress.com/153/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ladangdandelion.wordpress.com/153/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ladangdandelion.wordpress.com/153/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ladangdandelion.wordpress.com/153/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ladangdandelion.wordpress.com/153/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ladangdandelion.wordpress.com/153/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ladangdandelion.wordpress.com&amp;blog=3844830&amp;post=153&amp;subd=ladangdandelion&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ladangdandelion.wordpress.com/2011/11/11/hiking-bersama-tuhan-part-1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">imme</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ladangdandelion.files.wordpress.com/2011/11/dandelion_clock_wallpaper_flowers_nature_wallpaper_1280_800_widescreen_1462.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">dandelion_clock_wallpaper_flowers_nature_wallpaper_1280_800_widescreen_1462</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Suatu Senja Di Ladang Dandelion</title>
		<link>http://ladangdandelion.wordpress.com/2011/11/08/suatu-senja-di-ladang-dandelion/</link>
		<comments>http://ladangdandelion.wordpress.com/2011/11/08/suatu-senja-di-ladang-dandelion/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 08 Nov 2011 06:50:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>imme hutajulu</dc:creator>
				<category><![CDATA[From Old Blog]]></category>
		<category><![CDATA[Picture of Me]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ladangdandelion.wordpress.com/?p=149</guid>
		<description><![CDATA[April 2007 Senja hari di puncak bukit. Angin sejuk mengurapi tubuhku dan membawa wangi bunga dari bukit-bukit sekitar. Awan seputih kapas berarak menuju barat. Ke arah lautan jingga. Sekarang sudah bulan april lagi. Tanpa menolehpun aku tahu kamu mengangguk di &#8230; <a href="http://ladangdandelion.wordpress.com/2011/11/08/suatu-senja-di-ladang-dandelion/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ladangdandelion.wordpress.com&amp;blog=3844830&amp;post=149&amp;subd=ladangdandelion&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:right;">April 2007</p>
<p>Senja hari di puncak bukit. Angin sejuk mengurapi tubuhku dan membawa wangi bunga dari bukit-bukit sekitar. Awan seputih kapas berarak menuju barat. Ke arah lautan jingga.</p>
<p><em>Sekarang sudah bulan april lagi.</em> Tanpa menolehpun aku tahu kamu mengangguk di sampingku.</p>
<p><em>Kamu ingat tempat itu? </em>Aku menoleh dan mendapati kamu tersenyum manis, seperti yang biasa kamu bagikan pada dunia. Aku kembali menatap ladang dandelion di kaki bukit ini. Semilir angin mengantarkan ratusan serpih kecilnya ke dunia baru di luar sana.</p>
<p><em>Saat ini tahun lalu kita ada di sana. Semburat jingga langit senja tampak indah dari sana. Menanti bulan, memilih bintang, dan melantunkan senandung kecil.</em></p>
<p><em>Paskah juga di bulan ini. Kamu ingat, hari Paskah yang lalu, kita juga berada di sana. Membahas para gadis yang suka berdiri di pinggir jalan, atau berdebat tentang jenis anjing mana yang paling lucu.</em></p>
<p><em>Kalau kamu masih ingat, ulang tahunku juga ada di bulan ini. Saat itu kita juga ada di sana. Saat alam semesta terlelap, kita berbagi malam. Berbagi cerita dengan bulan, menari dengan gemintang. Kamu menemaniku menunggu pagi. Menanti sinar keemasan jatuh di helai rerumputan. Lagi-lagi kita berdebat. Namun kali ini topiknya tentang ladang dandelion ini.</em></p>
<p>Aku tersenyum dalam diam saat sejuta potongan kenangan melintas cepat di benakku. Kamu tetap di sampingku membisu.</p>
<p><em>Kamu masih ingat? Bulan april lalu ladang ini penuh dengan senyumanmu. Penuh dengan ratusan kupu-kupu yang entah sejak kapan menyukai tempat ini. Kupu-kupu yang sama yang mengisi relung di dasar perutku setiap kali bayanganmu jatuh di ladang ini, setiap kali kamu tergelak, setiap kali kamu menatapku.</em></p>
<p>Suaraku berganti gumaman lirih.</p>
<p><em>Kamu sudah lama tidak ke sana. Yah, kamu tidak akan pernah ke ladang dandelion itu lagi. Seindah-indahnya ladang dandelion di kaki bukit, taman bunga matahari di puncak bukit seberang tetap jauh lebih indah bagimu. Memang tak ada yang bisa menandingi keajaiban senyum-senyummu selain keindahan bunga-bunga kuning itu.</em></p>
<p>Aku terdiam lagi, bagiku seribu senyum bunga matahari sekalipun takkan mampu menyamai satu senyum ajaibmu.</p>
<p><em>Bagaimanapun juga, </em>aku menoleh dan tersenyum, <em>bagiku dan ladang dandelion ini, kamu tetap lelaki dengan senyum ajaib kami.</em></p>
<p>Senyum indah itu mengembang di wajah tampanmu. Puas menatap senyum itu untuk terakhir kali, aku berdiri.</p>
<p><em>Terimakasih untuk sore ini.</em></p>
<p>Aku berjalan menuruni bukit. Menuju ladang dandelion. Ladang yang masih merindukan lelaki di puncak bukit itu.</p>
<p><em>Oh ya.</em></p>
<p>Aku teringat sesuatu dan membalikkan tubuh. Menghadap wajahmu yang indah berlatarkan langit senja.</p>
<p><em>Satu hal lagi.</em></p>
<p><em>Jangan undang aku ke pernikahanmu.</em></p>
<p>Aku berbalik, membalas dekapan ladang dandelion yang menyambutku di suatu senja di bulan april.</p>
<p><a href="http://ladangdandelion.files.wordpress.com/2011/11/gambar-dandelion.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-150" title="gambar DANDELION" src="http://ladangdandelion.files.wordpress.com/2011/11/gambar-dandelion.jpg?w=300&#038;h=200" alt="" width="300" height="200" /></a></p>
<p>&nbsp;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ladangdandelion.wordpress.com/149/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ladangdandelion.wordpress.com/149/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ladangdandelion.wordpress.com/149/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ladangdandelion.wordpress.com/149/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ladangdandelion.wordpress.com/149/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ladangdandelion.wordpress.com/149/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ladangdandelion.wordpress.com/149/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ladangdandelion.wordpress.com/149/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ladangdandelion.wordpress.com/149/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ladangdandelion.wordpress.com/149/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ladangdandelion.wordpress.com/149/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ladangdandelion.wordpress.com/149/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ladangdandelion.wordpress.com/149/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ladangdandelion.wordpress.com/149/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ladangdandelion.wordpress.com&amp;blog=3844830&amp;post=149&amp;subd=ladangdandelion&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ladangdandelion.wordpress.com/2011/11/08/suatu-senja-di-ladang-dandelion/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">imme</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ladangdandelion.files.wordpress.com/2011/11/gambar-dandelion.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">gambar DANDELION</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Berkunjung Ke Rumah Sahabat</title>
		<link>http://ladangdandelion.wordpress.com/2011/10/31/berkunjung-ke-rumah-sahabat/</link>
		<comments>http://ladangdandelion.wordpress.com/2011/10/31/berkunjung-ke-rumah-sahabat/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 31 Oct 2011 08:50:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>imme hutajulu</dc:creator>
				<category><![CDATA[From Old Blog]]></category>
		<category><![CDATA[Picture of Me]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ladangdandelion.wordpress.com/?p=145</guid>
		<description><![CDATA[Aku melangkah melewati gerbang itu. Taman yang indah,pikirku. Sangat indah, tapi ada yang unik dengan selera Orang Ini. Aku tiba di pintu depanNya. Ketika aku akan mengetuk, pintu itu sudah dibuka dari dalam. &#8220;Hai.&#8221;, sapaNya. &#8220;Aku sudah menunggumu. Ayo masuk!&#8221; &#8230; <a href="http://ladangdandelion.wordpress.com/2011/10/31/berkunjung-ke-rumah-sahabat/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ladangdandelion.wordpress.com&amp;blog=3844830&amp;post=145&amp;subd=ladangdandelion&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Aku melangkah melewati gerbang itu. Taman yang indah,pikirku. Sangat indah, tapi ada yang unik dengan selera Orang Ini. Aku tiba di pintu depanNya. Ketika aku akan mengetuk, pintu itu sudah dibuka dari dalam.</p>
<p>&#8220;Hai.&#8221;, sapaNya. &#8220;Aku sudah menunggumu. Ayo masuk!&#8221;</p>
<p>Aku telah berkali-kali berbicara denganNya, sering kali berkirim-kirim surat, tapi baru sekarang melihat sosokNya. Dia memiliki mata dan senyum terindah yang pernah kulihat. Sangat menenangkan.</p>
<p>&#8220;Akan kubuatkan kopi. Duduklah dulu.&#8221;</p>
<p>Aku melihat sekeliling. Rumah kecil yang indah. Sederhana tapi hangat. Aku melangkah lebih jauh ke ruangan lain. Ini pasti ruang keluarga. Banyak sekali photo-photonya. Aku memperhatikan photo di dinding terdekat. Ini… Ini aku… Kuperhatikan photo di atasnya. Itu juga aku… Aku berputar ke sisi lain Ini juga… ini juga aku… Semua photo di ruangan ini photo-photoku.</p>
<p>Ini photo aku dan mami waktu aku belajar jalan.</p>
<p>Itu photo aku menari kipas waktu TK.</p>
<p>Lalu, hei, itu aku dihukum Suster Kepala Sekolah di kelas 6.</p>
<p>Aku menangis, aku tertawa, aku tersenyum, semua tentang aku ada di sini. Sebuah lemari di sudut ruangan menarik perhatianku. Lemarinya sedikit terbuka. Aku mencoba melihat isinya. Puluhan, bukan, ratusan kotak dibungkus kertas kado. Aku mengambil salah satunya, dan membaca label di atasnya. Untuk Imme di ulang tahunnya ke 25. Aku ambil kotak lainnya.</p>
<p>Untuk Imme di Natal 2007,</p>
<p>Buat Imme di hari pernikahannya,</p>
<p>Untuk Imme di awal tahun 2010,</p>
<p>Imme di hari Senin,</p>
<p>Imme di mendung sore hari,</p>
<p>Untuk Imme di purnama berbintang,</p>
<p>Buat Imme di pagi berkabut…</p>
<p>Ratusan paket hadiah untukku. Yang pasti cukup sampai akhir hidupku. Mataku menangkap sesuatu di bagian bawah lemari. Tumpukan surat. Puluhan surat yang pernah kutulis untukNya. Dia menyimpannya. Ada apa ini?</p>
<p>Mengapa Dia melakukan ini semua?</p>
<p>Apakah aku sepenting itu bagiNya?</p>
<p>Apakah benar yang dikatakan orang itu kemarin?</p>
<p>&#8220;Dia sangat menyukaimu. Aku pernah melihat photomu di dompetNya. Kita takkan menaruh photo sembarang orang di dompet kita bukan? Dia pasti sangat sangat menyukaimu.&#8221;</p>
<p>Sebenarnya itu alasanku ke sini. Ingin bertanya padaNya. Apa benar Dia menyukaiku? Menyayangiku? Apa aku begitu berarti untukNya?</p>
<p>&#8220;Hei… kenapa melamun? Ayo ke sini.&#8221;, seruanNya membuyarkan lamunanku. &#8220;Ini kopinya, pakai susu bukan krim, gula 3 sendok.&#8221; Dia meletakkan secangkir kopi di hadapanku.</p>
<p>&#8220;Bagaimana Kau tahu selera kopiku?&#8221;</p>
<p>&#8220;Tentu saja Aku tahu. Aku tahu semua tentangmu. Aku kan mengasihimu.&#8221;</p>
<p>Dia mengucapkan itu dengan ringan, seolah-olah sangat wajar bagi Dia untuk mengasihiku. Entah mengapa aku bahagia mendengar kata-kata itu langsung dari mulutNya.</p>
<p>&#8220;Baik,Cantik, kemarin kamu bilang ingin menanyakan sesuatu. Ayo tanya saja.&#8221; Aku tersenyum. Semua yang aku lihat dan dengar hari ini sedah lebih dari cukup.</p>
<p>&#8220;Aku mau bertanya, taman dandelion di depan indah sekali. Bagaimana mengurusnya?&#8221;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>PS. Terinspirasi dari salah satu SMS teman yang mengucapkan selamat Hari Minggu kemarin.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ladangdandelion.wordpress.com/145/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ladangdandelion.wordpress.com/145/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ladangdandelion.wordpress.com/145/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ladangdandelion.wordpress.com/145/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ladangdandelion.wordpress.com/145/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ladangdandelion.wordpress.com/145/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ladangdandelion.wordpress.com/145/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ladangdandelion.wordpress.com/145/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ladangdandelion.wordpress.com/145/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ladangdandelion.wordpress.com/145/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ladangdandelion.wordpress.com/145/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ladangdandelion.wordpress.com/145/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ladangdandelion.wordpress.com/145/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ladangdandelion.wordpress.com/145/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ladangdandelion.wordpress.com&amp;blog=3844830&amp;post=145&amp;subd=ladangdandelion&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ladangdandelion.wordpress.com/2011/10/31/berkunjung-ke-rumah-sahabat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">imme</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Jika Tuhan tahu</title>
		<link>http://ladangdandelion.wordpress.com/2011/10/31/jika-tuhan-tahu/</link>
		<comments>http://ladangdandelion.wordpress.com/2011/10/31/jika-tuhan-tahu/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 31 Oct 2011 08:28:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>imme hutajulu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hidup akhir-akhir ini]]></category>
		<category><![CDATA[Kehidupan rumah tangga]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ladangdandelion.wordpress.com/?p=138</guid>
		<description><![CDATA[Suatu sore Tuhan mengajakku berjalan-jalan. &#8220;Kita mau ke mana Tuhan?&#8221; tanyaku seraya mengenakan sepatu. &#8220;Sudah, ikut saja&#8230;&#8221;, sahutNya sambil tersenyum berahasia. Kami berjalan bergandengan tangan menyusuri jalan di sekitar rumah kami. Kami saling bercerita, sesekali tertawa, bercanda sepanjang jalan. Membicarakan &#8230; <a href="http://ladangdandelion.wordpress.com/2011/10/31/jika-tuhan-tahu/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ladangdandelion.wordpress.com&amp;blog=3844830&amp;post=138&amp;subd=ladangdandelion&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Suatu sore Tuhan mengajakku berjalan-jalan. &#8220;Kita mau ke mana Tuhan?&#8221; tanyaku seraya mengenakan sepatu. &#8220;Sudah, ikut saja&#8230;&#8221;, sahutNya sambil tersenyum berahasia.</p>
<p>Kami berjalan bergandengan tangan menyusuri jalan di sekitar rumah kami. Kami saling bercerita, sesekali tertawa, bercanda sepanjang jalan. Membicarakan pohon-pohon, sarang burung, awan, pelangi, bunga liar, kumbang, juga ehem, nilai matematika ku yang agak menurun.</p>
<p>Sesekali kami berpapasan dengan orang-orang yang kukenal. Tante Lisa yang baru pulang dari kota, tersenyum menyapa kami. Paman Jo yang sedang merapikan rumput di halaman depan rumahnya, Nenek Debby juga sempat menghentikan kami dan bercerita tentang rheumatiknya yang sudah membaik. Kami juga bertemu Adam, teman sekelasku yang sedang bermain sepeda. Sepeda baru tampaknya, masih mulus dan mengkilap. Sepeda yang bagus, pikirku. Tante Lynn menggendong Robbie kecil yang sedang tertawa-tawa memainkan balon. Dua anak perempuan sedang berkejar-kejaran dengan sepeda mereka.</p>
<p>Semakin kami jauh berjalan, semakin banyak orang yang berlalu lalang menggunakan sepeda. Bermacam-macam jenis, ukuran dan warnanya. Mataku berbinar melihat sepeda yang dinaiki salah seorang anak perempuan seumuranku. Warnanya ungu mengkilap yang cerah, dengan keranjang mungil di depannya. Bel nya berbentuk boneka cantik. Aku selalu memimpikan memiliki sepeda seperti itu suatu saat nanti.</p>
<p>&#8220;Kita sudah sampai. Kita duduk di sini saja yah.&#8221;,ujar Tuhan membuyarkan lamunanku. Aku mengangguk dan mengedarkan pandangan ke sekelilingku. Kami berada di sebuah taman bermain. Penuh dengan anak-anak dan orang dewasa yang bermain sepeda. Seorang anak sedang diajari ayahnya naik sepeda, sepasang pemuda sedang jalan bersisian sambil menuntun sepeda mereka masing-masing. Di ujung taman ada sekelompok remaja yang sedang mendengarkan musik dengan sepeda-sepeda yang terparkir di samping mereka.</p>
<p>&#8220;Wah, lihat, ada sepeda tandem !!&#8221;, aku berseru. 2 orang wanita muda sedang menaiki sebuah sepeda tandem model terbaru. Bagus sekali. Gagah tapi tetap terlihat manis. &#8220;Pasti menyenangkan kalau kapan-kapan kita naik sepeda tandem bersama-sama.&#8221;, Tuhan berujar. &#8220;Iya. Pasti asyik !&#8221;, aku tersenyum menbayangkannya. Yah, pasti menyenangkan bisa bersama-sama bermain sepeda seperti mereka. Pasti menyenangkan bisa naik sepeda ke sekolah, atau bermain bersama Rain dan Ivy yang telah terlebih dahulu memiliki sepeda.</p>
<p>Aku menghela napas. Aku sangat ingin punya sepeda. Aku tak mau ada di tempat ini lebih lama lagi. Sedih dan sesak rasanya melihat sepeda-sepeda cantik melintas di depanku. Aku menoleh kepada Tuhan. Ternyata Dia sedang mengamati wajahku. Kurasa Dia sempat menangkap tatapan iri dari mataku.</p>
<p>&#8220;Kau ingin pulang?&#8221;, tanyaNya lembut. &#8220;Iya Tuhan, aku capek hari ini.&#8221;, jawabku berbohong. Walaupun aku tahu tak ada gunanya aku berbohong padaNya. Kami berjalan bergandengan. Seringkali aku tak konsentrasi pada pembicaraan kami, karena pikiranku masih dipenuhi dengan sepeda baru.</p>
<p>Malam harinya, saat aku hendak tidur, Tuhan masuk ke kamarku untuk mengucapkan selamat malam. &#8220;Selamat istirahat, Mungil.&#8221;, ujarnya lembut sambil menyelimutiku. &#8220;Hm Tuhan, bolehkan aku bertanya?&#8221;, tanyaku meminta izin. Dia menatapku geli,&#8221;Tentu saja. Apa yang mengganggu pikiranmu, Cantik?&#8221;. Aku ragu untuk menanyakannya. Kuangkat wajahku dan melihat senyumNya yang penuh kasih.</p>
<p>&#8220;Tuhan&#8230;&#8221;, tanyaku pelan.</p>
<p>&#8220;Iya&#8230;&#8221;, jawabnya seraya mengelus kepalaku.</p>
<p>&#8220;Jika Engkau tahu aku begitu menginginkan sebuah sepeda, mengapa kau mengajakku ke taman yang penuh dengan orang-orang bersepeda?&#8221;, tanyaku.</p>
<p>&#8220;AnakKu yang sangat kukasihi, tak perlu semua yang Kulakukan dalam hidupmu, harus Kau mengerti. Ada saatnya kau hanya harus percaya saja padaKu. Satu yang pasti, Aku akan selalu bersama-sama denganmu. Tak peduli kau memiliki sepeda atau tidak. Atau mobil atau kalau kau naik helikopter sekalipun, Aku akan selalu bersamamu.&#8221;</p>
<p>&#8220;Benarkah?&#8221;, tanyaku dengan mata berbinar.</p>
<p>&#8220;Tentu saja, kalau kau punya helikopter, siapa yang bisa mengemudikannya selain Aku&#8230;&#8221;, sahutNya sambil tertawa.</p>
<p>&#8220;Hahaha&#8230; Benar juga yah&#8230;&#8221;. Kami tertawa bersama.</p>
<p>&#8220;Sudah malam. Sebaiknya kau tidur sekarang.&#8221;, Dia mengecup keningku. Tuhan berjalan keluar kamar dan mematikan lampu.</p>
<p>&#8220;Tuhan&#8230;&#8221;, panggilku sebelum pintu tertutup.</p>
<p>&#8220;Iya&#8230;&#8221;</p>
<p>&#8220;Terima kasih. Aku bangga memiliki Tuhan sepertiMu.&#8221;</p>
<p>Tuhan tersenyum dan menutup pintu kamarku.</p>
<p>Selagi aku terlelap sambil memimpikan bermain sepeda, Tuhan sedang di gudang, mengikatkan pita ke sebuah sepeda mungil yang cantik. Yang akan diberikanNya di hari ulang tahunku beberapa hari lagi.</p>
<p><a href="http://ladangdandelion.files.wordpress.com/2011/10/bicycle.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-141" title="bicycle" src="http://ladangdandelion.files.wordpress.com/2011/10/bicycle.jpg?w=300&#038;h=200" alt="" width="300" height="200" /></a></p>
<p>&nbsp;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ladangdandelion.wordpress.com/138/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ladangdandelion.wordpress.com/138/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ladangdandelion.wordpress.com/138/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ladangdandelion.wordpress.com/138/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ladangdandelion.wordpress.com/138/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ladangdandelion.wordpress.com/138/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ladangdandelion.wordpress.com/138/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ladangdandelion.wordpress.com/138/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ladangdandelion.wordpress.com/138/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ladangdandelion.wordpress.com/138/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ladangdandelion.wordpress.com/138/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ladangdandelion.wordpress.com/138/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ladangdandelion.wordpress.com/138/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ladangdandelion.wordpress.com/138/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ladangdandelion.wordpress.com&amp;blog=3844830&amp;post=138&amp;subd=ladangdandelion&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ladangdandelion.wordpress.com/2011/10/31/jika-tuhan-tahu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">imme</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ladangdandelion.files.wordpress.com/2011/10/bicycle.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">bicycle</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tuhanku Lebay&#8230;</title>
		<link>http://ladangdandelion.wordpress.com/2011/08/12/tuhanku-lebay/</link>
		<comments>http://ladangdandelion.wordpress.com/2011/08/12/tuhanku-lebay/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 12 Aug 2011 04:29:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>imme hutajulu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ladangdandelion.wordpress.com/?p=134</guid>
		<description><![CDATA[Suatu siang, aku dan Tuhan sedang bermain di sebuah taman. Main ayunan, membuat istana pasir, membacakan cerita, menggambar apel dan burung-burung. Ketika matahari meninggi, aku mulai lapar. Sangat lapar. &#8220;Tuhan, aku lapar.&#8221; &#8220;Aku tahu. Kita delivery order aja.&#8221;. &#8220;Asyiiiikk&#8230;&#8221; Seruku. &#8230; <a href="http://ladangdandelion.wordpress.com/2011/08/12/tuhanku-lebay/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ladangdandelion.wordpress.com&amp;blog=3844830&amp;post=134&amp;subd=ladangdandelion&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Suatu siang, aku dan Tuhan sedang bermain di sebuah taman. Main ayunan, membuat istana pasir, membacakan cerita, menggambar apel dan burung-burung. Ketika matahari meninggi, aku mulai lapar. Sangat lapar.</p>
<p>&#8220;Tuhan, aku lapar.&#8221;</p>
<p>&#8220;Aku tahu. Kita delivery order aja.&#8221;.</p>
<p>&#8220;Asyiiiikk&#8230;&#8221; Seruku. &#8220;Aku mau selembar roti tawar saja. Ditambah sedikit selai kacang juga oke.&#8221; tambahku.</p>
<p>&#8220;Aku sudah memesan kok.&#8221; jawabNya.</p>
<p>&#8220;Oh ya? Kau memesankan apa untukku, Tuhan?&#8221;,tanyaku.</p>
<p>Dia tersenyum dan menjawab,&#8221;Paket sandwich lengkap, roti panggang yg crispy, dengan lapisan mayonaise, daging bakar tebal yg hangat, keju, telur, tomat iris, daun selada, timun, mustard dan saos tomat yg banyak. Ditambah kentang goreng ukuran large, dan ice lemon tea.&#8221;</p>
<p>Aku menelan ludah. &#8220;Horeeee&#8230;.&#8221; Aku jingkrak2 kesenangan.</p>
<p>&#8220;Dan tau gak?&#8221; Tuhan tersenyum misterius. &#8220;Aku pesan 2 paket lengkap untukmu&#8230;&#8221;</p>
<p>Aku mau pingsan rasanya&#8230; Aku menghambur memelukNya&#8230;</p>
<p>&#8220;Tapi Tuhan&#8230;&#8221; kataku seraya melepas pelukanku. &#8220;Ini agak lebay (berlebihan) gak sih?&#8221; tanyaku ragu.</p>
<p>&#8220;Kenapa? Kau sanggup habiskan kan?&#8221;</p>
<p>&#8220;Tentu saja. Tapi tidakkah itu terlalu banyak? Bagaimana kalau satu kita bawa pulang, untuk orang-orang di rumah?&#8221;</p>
<p>&#8220;Hahaha&#8230; Tidak perlu. Aku juga sudah memesan untuk mereka kok. Mereka masing-masing mendapatkan bagiannya.&#8221;</p>
<p>&#8220;Tapi kenapa untukku banyak sekali Tuhan?&#8221;</p>
<p>&#8220;Karena Aku mengasihimu, dan kau layak mendapatkannya&#8230;&#8221;</p>
<p>&#8220;Tapi kenapa Kau mengasihiku? Aku bukan anak yang baik sekali. Kadang-kadang aku tidak minum susu yang ibu buatkan. Aku sering malas mencuci piring. Moppy juga sering lupa aku kasih makan.&#8221;</p>
<p>&#8220;Tidak kenapa-kenapa. Aku mengasihimu. Titik. Aku kan lebay kalau mengasihi anak-anakKu&#8230;&#8221;, Dia tersenyum.</p>
<p>&#8220;Termasuk aku?&#8221;</p>
<p>&#8220;Terutama kamu, manis&#8230;&#8221; jawabnya sambil mejawil hidungku.</p>
<p>Kami tertawa&#8230;.</p>
<p>&#8220;Kenapa lama sekali? Aku bisa pingsan saking laparnya&#8230;.&#8221;,aku merajuk.</p>
<p>&#8220;Tunggu saja, pesanan kita akan sampai pada waktunya. Tidak akan nyasar&#8230; Hahaha&#8230;. Dan kau takkan pingsan kelaparan.&#8221;, jawabNya.</p>
<p>&#8220;Kau yakin?&#8221;, tanyaku ragu.</p>
<p>&#8220;Kau tidak percaya padaKu? Memangnya Aku pernah bohong?&#8221;</p>
<p>&#8220;Hmmmm&#8230; tidak pernah sih&#8230;.&#8221;</p>
<p>&#8220;Ya sudah. Ayo kita lanjutkan mewarnai gambar ini. Masih banyak gambar yang belum kita selesaikan.&#8221;</p>
<p>Kami kembali mengumpulkan crayon untuk menyelesaikan halaman demi halaman buku mewarnai itu.</p>
<p>&#8220;Tuhan&#8230;.&#8221;</p>
<p>&#8220;Iya AnakKu ?&#8221;</p>
<p>&#8220;Aku bahagia punya Tuhan yang lebay&#8230;&#8221;</p>
<p>Kami tertawa&#8230;</p>
<p>Rasa lapar yang amat sangat itu tak terasa saat menghabiskan waktu bersamaNya. Aku hanya perlu sabar menunggu karena pesananku pasti sampai. Tidak akan terlambat dan tidak akan nyasar.</p>
<p>Imme</p>
<p>-anak lapar yang sedang mewarnai gambar bersama Tuhan-</p>
<p><a href="http://ladangdandelion.files.wordpress.com/2011/08/1280-800-1505.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-135" title="1280-800-1505" src="http://ladangdandelion.files.wordpress.com/2011/08/1280-800-1505.jpg?w=300&#038;h=187" alt="" width="300" height="187" /></a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ladangdandelion.wordpress.com/134/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ladangdandelion.wordpress.com/134/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ladangdandelion.wordpress.com/134/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ladangdandelion.wordpress.com/134/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ladangdandelion.wordpress.com/134/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ladangdandelion.wordpress.com/134/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ladangdandelion.wordpress.com/134/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ladangdandelion.wordpress.com/134/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ladangdandelion.wordpress.com/134/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ladangdandelion.wordpress.com/134/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ladangdandelion.wordpress.com/134/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ladangdandelion.wordpress.com/134/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ladangdandelion.wordpress.com/134/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ladangdandelion.wordpress.com/134/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ladangdandelion.wordpress.com&amp;blog=3844830&amp;post=134&amp;subd=ladangdandelion&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ladangdandelion.wordpress.com/2011/08/12/tuhanku-lebay/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">imme</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ladangdandelion.files.wordpress.com/2011/08/1280-800-1505.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">1280-800-1505</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
