Tuhanku Lebay…

Suatu siang, aku dan Tuhan sedang bermain di sebuah taman. Main ayunan, membuat istana pasir, membacakan cerita, menggambar apel dan burung-burung. Ketika matahari meninggi, aku mulai lapar. Sangat lapar.

“Tuhan, aku lapar.”

“Aku tahu. Kita delivery order aja.”.

“Asyiiiikk…” Seruku. “Aku mau selembar roti tawar saja. Ditambah sedikit selai kacang juga oke.” tambahku.

“Aku sudah memesan kok.” jawabNya.

“Oh ya? Kau memesankan apa untukku, Tuhan?”,tanyaku.

Dia tersenyum dan menjawab,”Paket sandwich lengkap, roti panggang yg crispy, dengan lapisan mayonaise, daging bakar tebal yg hangat, keju, telur, tomat iris, daun selada, timun, mustard dan saos tomat yg banyak. Ditambah kentang goreng ukuran large, dan ice lemon tea.”

Aku menelan ludah. “Horeeee….” Aku jingkrak2 kesenangan.

“Dan tau gak?” Tuhan tersenyum misterius. “Aku pesan 2 paket lengkap untukmu…”

Aku mau pingsan rasanya… Aku menghambur memelukNya…

“Tapi Tuhan…” kataku seraya melepas pelukanku. “Ini agak lebay (berlebihan) gak sih?” tanyaku ragu.

“Kenapa? Kau sanggup habiskan kan?”

“Tentu saja. Tapi tidakkah itu terlalu banyak? Bagaimana kalau satu kita bawa pulang, untuk orang-orang di rumah?”

“Hahaha… Tidak perlu. Aku juga sudah memesan untuk mereka kok. Mereka masing-masing mendapatkan bagiannya.”

“Tapi kenapa untukku banyak sekali Tuhan?”

“Karena Aku mengasihimu, dan kau layak mendapatkannya…”

“Tapi kenapa Kau mengasihiku? Aku bukan anak yang baik sekali. Kadang-kadang aku tidak minum susu yang ibu buatkan. Aku sering malas mencuci piring. Moppy juga sering lupa aku kasih makan.”

“Tidak kenapa-kenapa. Aku mengasihimu. Titik. Aku kan lebay kalau mengasihi anak-anakKu…”, Dia tersenyum.

“Termasuk aku?”

“Terutama kamu, manis…” jawabnya sambil mejawil hidungku.

Kami tertawa….

“Kenapa lama sekali? Aku bisa pingsan saking laparnya….”,aku merajuk.

“Tunggu saja, pesanan kita akan sampai pada waktunya. Tidak akan nyasar… Hahaha…. Dan kau takkan pingsan kelaparan.”, jawabNya.

“Kau yakin?”, tanyaku ragu.

“Kau tidak percaya padaKu? Memangnya Aku pernah bohong?”

“Hmmmm… tidak pernah sih….”

“Ya sudah. Ayo kita lanjutkan mewarnai gambar ini. Masih banyak gambar yang belum kita selesaikan.”

Kami kembali mengumpulkan crayon untuk menyelesaikan halaman demi halaman buku mewarnai itu.

“Tuhan….”

“Iya AnakKu ?”

“Aku bahagia punya Tuhan yang lebay…”

Kami tertawa…

Rasa lapar yang amat sangat itu tak terasa saat menghabiskan waktu bersamaNya. Aku hanya perlu sabar menunggu karena pesananku pasti sampai. Tidak akan terlambat dan tidak akan nyasar.

Imme

-anak lapar yang sedang mewarnai gambar bersama Tuhan-

2 Comments

Filed under Uncategorized

2 responses to “Tuhanku Lebay…

  1. keluar air mata waktu baca ini,
    walaupun kata2nya sederhana,tp maknanya dalam..

  2. imme hutajulu

    Terima kasih ya darling…
    Semoga kata2 sederhana bisa mengungkapkan kasih Tuhan yang besar itu….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s