Hasrat… Di Manakah…

Dulu ketika masih jaman punya blog di Friendster, hampir tiap hari blog terisi. Apa yang terjadi, apa yang terasa, apa yang diimpikan, segala ucapan selamat, segala doa, segala cacian, segala-galanya…

Tapi seiring bertambah umur, dan kehidupan yang berbeda setelah menikah, perlahan tapi pasti hasrat untuk menulis itu semakin pupus. Bukan hanya di blog yang butuh koneksi internet, menulis di buku yang hanya bermodal pulpen dan semangat saja pun rasanya malas.

Mungkin ada sedikit pengaruh dari keberadaan Facebook. Alih-alih ingin bercerita panjang tentang sesuatu, sekarang hanya menulis pendek di status Facebook. Berkali-kali dalam sehari.

Teringat kata-kata seorang sahabat yang pernah mengingatkan untuk terus menulis. Keinginan itu masih ada. Ingin rajin menuliskan kembali sebuah kehidupan. Kembali bergairah setelah membaca blog-blog cantik nan menawan di luar sana. Membaca cerita-cerita kehidupan yang sederhana namun menarik. Melihat perjalanan anak-anak dari susut pandang orang tuanya. Merasakan emosi-emosi hanya dari kata-kata yang tertulis. Menjiwai setiap tangis dan tawa orang lain. Menjalin persahabatan dengan orang-orang di belahan dunia lain karena merasa sepenanggungan, hanya karena cerita.

Ah…. Betapa rindunya akan hal-hal itu. Betapa rindunya berbagi kehidupan dengan orang-orang yang belum pernah kutemui. Betapa rindunya merasakan kata-kata berebut ingin keluar dari otak untuk dituliskan.

Tolong ingatkan aku untuk tetap memiliki gairah itu selamanya…

Tolong ingatkan aku…

Image

Leave a comment

Filed under Hidup akhir-akhir ini

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s