Belajar dari Regina Ivanova

Anda mengikuti dengan setia Indonesian Idol 2012 ? Saya tidak. Setelah kecewa dengan kualitas Indonesian Idol beberapa musim belakangan ini, saya tak berharap banyak dengan musim 2012 ini. Namun ketika sudah mulai memasuki babak 5 besar, saya tertarik dengan bakat 2 penyanyi wanita di sana. Sean dan Regina. Jauh sekali jika dibandingkan dengan pemenang-pemenang Indonesian Idol beberapa musim terakhir ini. Fenomenal, menurut para juri. Dan akhirnya mereka berduapun berhasil masuk ke babak Grand Final.
Seperti yang kita ketahui, Regina si suara negro ini, telah gagal dalam audisi ajang yang sama selama 6 musim. 6 musim yang berarti 6 tahun, dan mencoba untuk ketujuh kalinya.
Saya mencoba membayangkan perasaan Regina setiap kali Indonesia Idol tayang di televisi selama 6 tahun terakhir ini. Kecewa, merasa Tuhan tidak adil. Mengapa mereka yang kualitas suaranya jauh di bawahku tapi bisa masuk babak spektakuler, bahkan menang? Mengapa bahkan Tuhan seakan tak memberiku kesempatan untuk masuk menemui juri ? Apa yang kurang Tuhan ? Aku anakMu, Tuhan, mengapa seperti ini ??

Dan apa yang dilakukannya ? Alih-alih menyalahkan Tuhan, meraung-raung minta keadilan, dia tetap mencoba untuk kedua kalinya, ketiga kalinya, keempat kalinya. Dan tiap kali ditolak, saya yakin rasanya semakin sakit. Kelima kalinya, keenam kalinya, dan ketujuh kalinya. Setiap kali dengan iman dan pengharapan.

Siapa dari kita yang sanggup mencoba lagi setelah 6 kali penolakan yang sama? Mungkin tak seberapa dari kita yang mampu. Mungkin sebagian besar dari kita akan berhenti setelah penolakan kedua atau ketiga. Mungkin kita akan pahit hati, dan mulai menyalahkan apapun. Indonesian Idol kan pakai nyogok, Indonesian Idol kan banyak “titipan”.

Mengapa Tuhan harus menunggu sampai ketujuh kalinya untuk memperbolehkan Regina masuk televisi di babak audisi, masuk ke babak -babak selanjutnya sampai ke babak spektakuler, hingga akhirnya menjadi salah satu Grand Finalis, dan sangat mungkin menjadi Juara ? Tidak ada yang tahu pasti.

Sama tidak tahunya mengapa Tuhan membuat saya dan anda menunggu dalam pergumulan. 7 tahun untuk Regina, mungkin 3 tahun untuk sebagian orang, mungkin 10 atau 20 tahun untuk yang lain.

Selama penantian itu, hal yang saya pelajari dari Regina adalah : Jangan Pernah Menyerah. Seperti Tuhan mungkin menunda waktu Regina, untuk memberinya waktu belajar, olah vokal dan tekhnik, dan mungkin membangun mental seorang Juara, mungkin Tuhan menunda waktu kita juga untuk memberi kita waktu untuk belajar. Mengatur emosi, pendewasaan diri, merasa empati pada orang lain. Entahlah, masing-masing kita harus mencari tahu sendiri kehendak Tuhan dalam hidup kita.

Saya tahu banyak sahabat-sahabat saya yang saat ini bersama saya sedang menunggu waktu Tuhan untuk kita. Saya tahu ini jauh lebih mudah diucapkan daripada dijalankan, tetaplah bersabar. Berkat yang bahkan tak pernah terlintas di pikiran kita, telah Dia siapkan untuk kita.

1 Comment

Filed under Uncategorized

One response to “Belajar dari Regina Ivanova

  1. perjuangan regina tak nela lelah, membuahkan hasil, sangat pantas menjadi juara idol tahun ini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s