Dan Musuh Dalam Selimut Itu Adalah Dot

Melewati ulang bulan keempat, pola tidur Radot kembali berubah. Bisa begadang ria sampai pagi. Emaknya yang baru masuk kerja lagi sampe keliyengan di kantor karena kurang tidur bahkan sampai tidak tidur sama sekali.

Begadangnya bukan hanya main dan photo2 selfie aja ya, ada jamnya nangis kejar dan menolak menyusu. Dan solusi cepatnya adalah mengorbankan stok ASIP di kulkas ( yang sebenernya juga kurang) untuk diminumkan via botol. Dan setelah minum pakai botol, baru Radot tidur.

Berjalan 2 minggu tiba-tiba aku tersadar, ini bukan perubahan pola tidur biasa. There is something wrong. Kayaknya Radot kena bingung puting.  Selama aku di kantor ASI perah selalu diberikan opungnya via dot. Dan sepulang kantor, barulah Radot menyusu langsung. Sebenarnya aku tahu pemberian ASIP melalui media dot dilarang oleh dokter, karena si bingung puting ini. Tapi karena gak mau opungnya repot harus nyendok-nyendokin asi, akhirnya kita tetap pilih pakai dot.

Browsing2 dan bertanya di grup AIMI menambah keyakinanku bahwa Radot memang mengalami bingung puting. O ya, jangan ditanya rasanya ketika bayi kita menolak menyusu langsung. Dan tangisan pilunya berhenti saat opungnya gendong dan kasih ASI di botol. Rasanya lebih perih dari patah hati diputusin pacar, sodara-sodara. Tertolak san sakit. Dan ga mau ngalamin lagi.

Pas di hari Sabtu, aku bertekad membawa Radot (untuk kesekian kalinya) ke Klinik Laktasi. Tapi hari itu Opung dan Bapaknya Radot ke pesta. Percuma juga ke KL sendiri tanpa mereka. Karena yang memberi ASIP setiap hari adalah Opungnya, jadi harus teredukasi tentang bahaya bingung puting ini, dan bapaknya juga yang sering kali mengambil jalan pintas memberi susu formula, atau menyerah karena anaknya ga mau menyusu, ya sudah berarti tugas ibunya buat pumping terus-terusan. Jujur saja, aku merasa bapaknya Radot kurang teredukAsi. Dan sering menyalahkan aku yang selalu ngotot. Aku berusaha tutup kuping dari masukan MPASI dini, atau exclusive pumping (dan baru tahu juga ibu yang exclusive pumping berat juga jadwal pumping harus 2 jam sekali, no excuse, buat tetap jaga supply ASI nya)

Minta tolong Bou nya Radot untuk bertanya tentang ini pada temannya yang konselor Laktasi. Akhirnya disarankan untuk skin to skin contact dengan Radot 24 jam. Sabtu malam sampai Minggu malam kami berdua berbugil ria di kamar, berpelukan, bercanda-canda.  Kutimang-timang, sambil diajak bicara, ” Abang, Mami mau kasih yang terbaik buat Abang. Mami butuh Abang pinter nen ya, nak. Biar mami bisa kasih Abang ASI sampai 2 tahun. Nen yang pinter ya sayang.” Begitu terus berulang-ulang. Dan waktu Radot mulai nangis kejar dan menolak menyusu dan meronta-ronta, aku mantapkan hati dan berpikir positif. Pelan-pelan bimbing Radot untuk menyusu, daaann…. berhasil. Radot menyusu lama dan sampai tertidur.

Sejak itu sampai sekarang ga ada lagi drama begadang sampai pagi. Ngamuk-ngamuk sampai opung bangun dan ngasih asi di botol. Memang tidak bisa sama sekali menghilangkan pemakaian dot, kalau Radot ngantuk sekali dan ga mau disendokin, terpaksa pakai dot. Sempat beli Medela Soft cupfeeder, tapi Radot lebih suka sendok biasa. Dan untuk dot nya pakai Medela Calma.

Memang bingung puting Radot masih tergolong ringan dan cepat pemulihannya. Tapi seperti kata onty nya Radot, ” Semua masalah juga ada expire nya.”

Puji Tuhan..

Leave a comment

Filed under Hidup akhir-akhir ini, Kehidupan rumah tangga, Tumbuh Kembang RJB

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s