Antara ASI dan Keselamatan Kristus

Ada hubungan apa air susu ibu dengan keselamatan? Ga ada. Hahaha..
Hei, jangan marah dulu. Saya mau cerita dulu ya.

Keselamatan dalam Kristus

Dari dulu saya ga begitu mengerti soal konsep “Keselamatan hanya dalam Kristus”. Bagi orang percaya, keselamatan adalah anugrah. Anugrah bagi semua orang. Gratis tis tis. Nah, kalau udah dikasih buat semua orang (percaya) dan gratis, bukan karena kuat dan hebat kita sebagai manusia, trus kenapa kita repot2 menjaga iman dan perilaku agar tetap di jalan Tuhan? Iya juga ya..
Pernah berdebat sama seseorang, saya bilang, walaupun “sola gratia” (hanya karena anugerah), tapi kita juga harus usaha biar anugerah itu tetap kita dapat. Menurut orang itu, hanya karena anugerah, titik. Tak ada yang bisa kita lakukan untuk mendapatkannya, atau melepaskannya. Eh, kok menurut saya tidak begitu ya. Tapi mengertiinnya susah deh.
Sampai saya hamil dan melahirkan tahun lalu, saya mulai belajar tentang ASI (Air Susu Ibu), ternyata membantu saya untuk mengerti tentang konsep keselamatan. Bingung ya ??

ASI

Semua wanita yang melahirkan, pasti memiliki ASI. Hamil, melahirkan dan ASI itu satu paket. Pasti. Lalu kenapa banyak bayi yang tidak minum asi, malah minum susu formula?
Menyusui tidak segampang, angkat baju lalu susui. Saya cerita pengalaman saya menyusui Radot 10 bulan ini ya.
Hampir seminggu ASI saya ‘tidak’ keluar. 2 minggu pertama Radot minum asi ditambah sufor. Setelah full asi, payudara saya lecet dan sakit tiap menyusui. Ternyata Radot punya tongue tied, dan harus di-insisi. Menjelang cuti habis, stock asi perah yang sudah dikumpulkan dengan susah payah, rusak semua karena mati lampu berjam-jam akibat banjir. Mulai kerja lagi, tiap hari harus bawa tas tambahan, cooler bag, ice gel, botol2 kaca dan pompa asi ke kantor. Di sela-sela kesibukan kantor harus mompa minimal 3 kali sehari. Tengah malam atau dini hari juga harus mompa juga. Bolak balik ke klinik laktasi, konsul ke dokter via telfon, bahkan lewat twitter pun sudah saya jalani.
Breastpump menjadi harta berharga yang harus saya bawa saban hari ke kantor, tidak seperti handphone dan dompet boleh ketinggalan. Walaupun stock asi di freezer lebih dari cukup (bahkan saya sampai harus menyewa freezer tambahan), saya tidak boleh berhenti memompa asi saya. Mengapa? Karena keluarnya asi sesuai prinsip supply and demand. Jadi kalau asi terus dikeluarkan (disusui atau dipompa), maka asi akan terus diproduksi. Tapi kalau kita sudah malas mompa, maka otak akan memerintahkan untuk memberhentikan produksi asi karena dianggap sudah tidak dibutuhkan lagi. Lalu untuk apa saya harus berempong ria tentang asi ini? Karena saya tahu asi adalah makanan terbaik yang bisa saya berikan untuk buah hati saya saat ini. Dan juga investasi buat kesehatan dan kecerdasannya di masa depan.

Sudah lihat persamaannya? Asi gratis. Semua ibu punya. Tapi apa semua ibu bisa menyusui anaknya sampai 2 tahun? Tidak. Entah si ibu kurang pengetahuan, entah karena malas dan tak mau repot, entah karena takut kecantikan tubuhnya hilang (sampai sekarang saya tidak mengerti relevansinya alasan ini), entah entah yang lainnya.
Saya anggap begitulah tentang keselamatan. Semua orang sudah punya. Tapi bisa karena kurang pengetahuan, atau malas belajar dan berjuang, atau kilau dunia lebih menarik, jadilah tidak semua bisa terselamatkan.

Well, ini versi pikiran saya yah, mohon kritik dan saran kalau ternyata salah…

Salam asi !!

Leave a comment

Filed under Hidup akhir-akhir ini, Tumbuh Kembang RJB

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s